BONGKAR RATOON

PROGRAM BONGKAR RATOON UNTUK KESEJAHTERAAN PETANI DI KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR

 Oleh :

GATI WINDIASTIKA, SP. MP. Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda  

 

 Tebu  merupakan  komoditas  perkebunan  dengan  hasil  utama  berupa  gula.  Gula sebagai bahan pemanis makanan sangat diperlukan masyarakat,  baik untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Namun karena keterbatasan produksi domestik, maka produksi gula nasional tidak mampu  memenuhi kebutuhan  konsumsi  masyarakat  Indonesia  yang  terus  meningkat.  Kekurangan pasokan  gula  di  dalam  negeri  ini  disebabkan  kurangnya  luas  areal  pertanaman  tebu dan  rendahnya  produktivitas  tebu  serta  rendemen  gula  yang  belum  optimal.  Dengan demikian perlu dilakukan berbagai upaya untuk dapat meningkatkan produksi gula guna memenuhi  kebutuhan  gula  konsumsi,  sehingga  dapat  mencapai  swasembada  gula konsumsi pada tahun 2023.

Strategi yang diambil dalam rangka mencapai target swasembada gula konsumsi tahun  2020-2023 diantaranya dengan  melakukan  bongkar ratoon. Program bongkar ratoon ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mendorong peningkatan produksi dan produktivitas tebu agar tercapai swasembada gula. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan, kemandirian dan profesionalisme petani tebu.

 

 

Tujuan dan Sasaran Bongkar Ratoon

 

Adapun tujuan dari kegiatan bongkar ratoon tahun 2021 yaitu :

 

1.  Peningkatan produksi dan produktivitas tebu dalam rangka percepatan pencapaian swasembada gula konsumsi nasional tahun 2021-2023

2.  Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat petani di pedesaan yang terdampak Covid-19

 

Sedangkan sasaran dari kegiatan bongkar ratoon tahun 2021 yaitu :

 

1.  Tersalurnya bantuan pemerintah melalui  kegiatan bongkar ratoon berupa pupuk dan obat-obatan serta bantuan biaya (HOK) dalam mendukung Kegiatan Pengembangan Kawasan Tebu tahun 2021

2.  Termanfaatkannya bantuan  pemerintah dalam rangka  peningkatan  produksi  dan produktivitas tebu dan pendapatan petani

Bongkar Ratoon Di Kabupaten Pasuruan

Bongkar   ratoon adalah   melakukan   peremajaan   tanaman   (tanam   ulang) yang bertujuan  untuk  meningkatkan  produktivitas  tanaman tebu dalam  ton  per  ha. Pelaksanaan metode bongkar ratoon dilakukan dengan melakukan pembongkaran eks tanaman ratoon terlebih dahulu dan dilakukan konsepsi penggantian varietas. Kegiatan bongkar ratoon perlu dilakukan karena bibit tebu yang telah mengalami pengeprasan berulang-ulang   menyebabkan   penurunan   rendemen   dan   mempengaruhi   hasil gula.  Tebu yang dikepras berulang-ulang serabutnya akan tinggi, batangnya menjadi kecil  dan kerdil, serta terdapat akumulasi  penyakit-penyakit sistemik  menjadi  inang hama penyakit, sehingga produktivitas akan menurun.

Bongkar ratoon perlu dilakukan pada tanaman yang sudah dikepras 3 sampai 4 kali atau lebih dengan tanaman varietas unggul yang telah direkomendasikan. Setelah tanaman pertama panen atau sistem kepras pada pangkal batang menjadi tanaman tahun kedua (R1/Ratoon 1). Jika tanaman tahun kedua dipanen atau dikepras menjadi tanaman  ketiga  (R2/Ratoon  2),  demikian  seterusnya  sampai   tanaman  tersebut dibongkar dan kembali pada tanaman pertama atau Plant Cane.

Dengan bongkar ratoon harapannya tanaman akan memiliki produktivitas yang lebih tinggi daripada rawat ratoon. Jika dilihat dari rendemennya, ternyata metode bongkar ratoon juga memiliki rendemen yang lebih tinggi daripada rawat ratoon. Sehingga  dengan melakukan  bongkar  ratoon  petani  akan memperoleh  pendapatan yang lebih tinggi daripada rawat ratoon.

Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Timur yang mendapatkan bantuan kegiatan bongkar ratoon pada tahun 2021. Kegiatan bongkar ratoon ini diberikan pada 15 kelompok tani dengan total luasan sebesar 101,8 ha, (CPCL terlampir). Tanaman tebu pengganti yang dipilih petani di Kabupaten Pasuruan adalah varietas Bululawang yang bersertifikat dan telah direkomendasikan oleh P3GI. Penanaman varietas unggul tersebut tentu saja diikuti dengan pengairan dan  rasionalisasi  pemupukan.  Dengan  cara  demikian  diharapkan  tanaman  tebu memiliki produktivitas yang tinggi. Pada akhirnya produktivitas yang tinggi diharapkan mampu mempengaruhi produktivitas hablur dan rendemen yang dihasilkan.

Sarana produksi yang diberikan pada kegiatan bongkar ratoon berupa bibit tebu, pupuk organik, pupuk majemuk, obat-obatan serta bantuan upah (HOK) yang dilakukan oleh Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta peraturan yang berlaku. Kegiatan bongkar ratoon dilaksanakan pada lahan tebu yang produktivitasnya di bawah standar rata-rata wilayah atau  secara  ekonomis  sudah  tidak  menguntungkan.  Penyediaan  bantuan  berupa sarana bibit tebu sebanyak 60.000 mata/ha, pupuk majemuk sebesar 500 kg/ha, pupuk organik cair sebesar 15 liter/ha, obat-obatan sebesar 5 liter/ha dan bantuan biaya HOK sebanyak 25 HOK/ha yang bersifat stimulant, artinya apabila  belum  mencukupi  dapat dipenuhi oleh petani secara swadaya atau dapat didukung dari anggaran seperti APBD, KUR dan/atau sumber pembiayaan lainnya.

Kesimpulan

Kondisi  yang  ada  saat  ini  adalah  para  petani  tebu  masih  enggan  untuk melakukan bongkar ratoon, sehingga tanaman tebu terus dikepras hingga lebih dari empat kali. Hal ini tentunya mengakibatkan produktivitasnya terus menurun.  Agar para petani dapat memahami tentang pentingnya melakukan bongkar ratoon, maka diperlukan  peran  penyuluh  pertanian  untuk  memberikan  pemahaman  kepada  para petani tebu. Sehingga para petani dapat menyadari perlunya bongkar ratoon dan mau melakukan bongkar ratoon pada tanaman yang telah dikepras 3 - 4 kali, sehingga produktivitas dan rendemen tebunya  juga meningkat.  Dengan adanya kesadaran para petani untuk melakukan bongkar ratoon maka diharapkan dapat meningkatkan produksi secara nasional, sehingga kebutuhan gula konsumsi dapat dipenuhi dari dalam negeri dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Daftar Pustaka

Kominfo Jatim. 2013. Jatim Tetap Andalkan Program Bongkar Ratoon Tebu. http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/37573

Nastiti, Anik Dwi. 2009. Evaluasi Kebijakan Bongkar Ratoon dan Keragaan Pabrik Gula Di Jawa Timur. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim Surabaya.

Pedoman Teknis Revisi I Tahun 2021 Kawasan Tebu. Pengembangan Kawasan Tanaman Semusim dan Rempah. 2021. Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Widyoutomo, Amirin Wahyu dan Dermawan, Dodik. 2020. Kementan Mendorong Bongkar Ratoon Tebu Jatim. https://mediaperkebunan.id/kementan-mendorong- bongkar-ratoon-tebu-jatim/

Wijiastuti, Sri. 2021. Bongkar Raatoon Pada Tanaman Tebu. http://cybex.pertanian.go.id/artikel/97484/bongkar-raatoon-pada-tanaman-tebu.

No Comments

Tuliskan Komentar